LATAR BELAKANG
Narada Art Gallery didirikan atas
prakarsa Ibu Hj. Nani Taufik.Gallery ini diresmikan pada tanggal 2 Mei
2014.Narada Art Gallery secara leksikon berarti cahaya. Narada juga merupakan
nama seorang tokoh dalam pewayangan. Dalam wayang versi Cirebon Narada adalah
nama seorang Dewa Kebayayang bertugas
menyampaikan pesan dari Dewa Guru yang berada di Mande Mercukunda kepada para Dewa
Jawata Sanghyang (DewaWolu Juwata Mara
Sanga) atau Dewa-dewa yang memiliki tugas khusus yang berada di Mande Asmarakarta. Dewa Wolu Jawata Mara Sanga kemudian turun ke bumi dan menyebarkan
pesan itu kepada umat manusia di alam madyapada
(bumi).
Tradisi topeng, baik berbentuk tarian maupun seni kedok (seni rupa topeng), merupakan warisan dari para leluhur Cirebon yang sarat dengan ajaran-ajaran mulia. Seni topeng sejak pertama kali dipagelarkan sampai dengan saat ini, telah berusia enam abad lebih. Menurut Naskah Babad Cerbon, Kesenian topeng Pertama kali dipagelarkan di Bangsal Paringgitan Astana Nurgiri Ciptarengga pada tahun Saharsa Patangatus Papat ingkang sakakala (1404 saka / 1482 M). sejak saat itulah kemudian kesenian topeng digunakan oleh Sunan Panggung (Sunan Kalijaga) untuk menyebarkan ajaran hakekat. Sebagaimana disebutkan dalam suluk topeng di dalam “Suluks the Mistical Poetry of Javanese Muslims” (41 Suluk Lor 7378).
Peristiwa yang
terjadi dalam dunia pewayangan tersebut memiliki makna bahwa ajaran syari’at
yang kudu digugu (diikuti) dan ditiru (dicontoh) harus disampaikan
kepada umat manusia yang ada di dunia. Misi inilah yang menjadi spirit Narada
Art Gallery,untuk menyampaikan pesan-pesan ajaran luhur nenek moyang kita
kepada generasi penerus.Narada juga merupakan akronim dari Nani (Ibu Hj. Nani
Taufik), Reni (Reni Taufik), Arya (Arya Taufik), dan Dian (Dian Andriyani
Taufik).Keempat orang penggagas berdirinya Narada Art Gallery ini memandang
perlunya penyelamatan dan pelestarian tradisi seni topeng yang ada di Cirebon
dan Nusantara.
Tradisi topeng, baik berbentuk tarian maupun seni kedok (seni rupa topeng), merupakan warisan dari para leluhur Cirebon yang sarat dengan ajaran-ajaran mulia. Seni topeng sejak pertama kali dipagelarkan sampai dengan saat ini, telah berusia enam abad lebih. Menurut Naskah Babad Cerbon, Kesenian topeng Pertama kali dipagelarkan di Bangsal Paringgitan Astana Nurgiri Ciptarengga pada tahun Saharsa Patangatus Papat ingkang sakakala (1404 saka / 1482 M). sejak saat itulah kemudian kesenian topeng digunakan oleh Sunan Panggung (Sunan Kalijaga) untuk menyebarkan ajaran hakekat. Sebagaimana disebutkan dalam suluk topeng di dalam “Suluks the Mistical Poetry of Javanese Muslims” (41 Suluk Lor 7378).
“Topeng angleger
sedheng mangsaning Bedhug // Denya mung paesan / kakekat kang sebenere / sinawang
ripta adining patopengan // ”
(Pagelaran topeng pada waktu siang, sesungguhnya hanya
merupakan cermin, hakikat yang sebenarnya, seperti perumpamaan keagungan
topeng)
(Billal
dan Simuh , 1987 ; 118)
Nilai-nilai filosofi yang dimiliki oleh
kesenian topeng tidak lahir tanpa latar belakang sejarah.Sejak nenek moyang
bangsa Indonesia meyakini kepercayaan Pitre
Puje (animisme dan dinamisme) topeng sudah hadir di bumi Nusantara ini
sebagai sarana pemujaan terhadap roh-roh leluhur. Begitu pula di era imperium
Hindu – Budha, topeng tetap hadir menjadi sarana dalam ritual agama Hindu. Bali adalah salah
satu contoh kesinambungan era Hindu – Budha hingga milenium kini.
Ketika munculnya perubahan sosial yang ditandai
dengan masuknya agama Islam di Nusantara, sampai dengan tegaknya kekuasaan
Islam di bumi Pertiwi ini, topeng tetap menjadi salah satu character building bangsa Indonesia.
Di belahan bumi lain di dunia ini ternyata
banyak Negara yang memiliki kekayaan seni topeng. Di Italia khususnya kota
Venezia, juga memiliki seni membuat topeng kertas. Di Italia topeng-topeng
dibuat untuk keperluan pragmatis. Galtiero Dallosto adalah salah seorang
seniman pembuat topeng dari Venezia yang
karyanya sangat dihargai. Selain Italia, Perancis, China, Jepang dan
Negara-negara yang memiliki peradaban tinggi juga memiliki tradisi topeng.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar