Kamis, 16 April 2015

Perspektif Budaya Cegah Situasi Chaos Sejak Dini

Perspektif Budaya Cegah Situasi Chaos Sejak Dini
KUNINGAN, AKARPADINEWS.COM | DEWAN Kebudayaan Jawa Barat (DKJB) memandang, strategi kebudayaan merupakan persoalan mendasar yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia dalam menyelenggarakan proses pembangunan ke depan.  Karena itu, pembangunan harus dipandang dari perspektif budaya yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam Rapat Kerja DKJB yang digelar di sentra pemberdayaan budaya, Narada Art Galery – Sangkanhurip – Kuningan, Jawa Barat (17-18/2/15) dibahas berbagai aspek berkaitan dengan proses pembangunan di Jawa Barat dan Indonesia secara keseluruhan.  Terutama dalam menghadapi berbagai fakta brutal yang berkembang di tengah masyarakat di seluruh aspek kehidupan. Baik politik, hukum, ekonomi, sosial, religi, dan budaya itu sendiri.
Dalam konteks itu, DKJB akan menggelar rangkaian dialog yang melibat para pakar di bidangnya masing-masing, mulai awal Maret 2015 mendatang.
Rapat kerja yang dipimpin langsung oleh Ketua DKJB – Prof. Dr. Ir. Gandjar Kurnia, DEA., yang dihadiri sejumlah anggota: Iman Taufik, Yus Ruslan Ahmad, Yayat Hendayana, Jakob Sumardjo, Franky Raden, Miranda Risang Ayu, serta beberapa nara sumber: Memet Hamdan, Ubun Kobarsah, Etty R.S, Prof. Dede Mariana, dan lainnya. DKJB memandang perlunya dialog lintas sektor dan pakar, termasuk para praktisi kesenian untuk membangun kesamaan persepsi tentang dimensi budaya dalam keseluruhan aspek pembangunan. DKJB sendiri memusatkan perhatian pada dua aspek besar meliputi transformasi budaya dan pelestarian nilai budaya.
Yus Ruslan Ahmad, salah seorang anggota DKJB yang memimpin Komisi Transformasi Budaya mengemukakan, fakta-fakta brutal di tengah masyarakat yang bisa membawa bangsa ini ke arah situasi chaos secara budaya, harus dicegah sejak dini dengan membangun kembali harmoni sebagai ciri dan cara kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa di Indonesia.  Prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila, menurutnya merupakan suatu konsep dasar kebudayaan Indonesia yang berkorelasi dengan nilai-nilai budaya Indonesia yang sangat beragam.
Beranjak dari berbagai pemikiran yang berkembang dalam rapat kerja tersebut, Yus mengemukakan, rangkaian dialog yang akan dilakukan DKJB akan mendudukkan kembali arah  dan visionering bangsa sesuai dengan perkembangan era, serta korelasinya dengan nilai-nilai global, perkembangan pengetahuan, dan teknologi.
Akan halnya Gandjar mengingatkan, DKJB sebagai institusi yang salah satu fungsinya menghimpun gagasan tentang perspektif budaya dalam keseluruhan konteks kehidupan masyarakat, bertugas menghimpun gagasan dari berbagai kalangan dan pakar tentang berbagai aspek kehidupan yang akan mendorong perkembangan dan kemajuan masyarakat.
Anggota DKJB Iman Taufik yang selama ini berkecimpun dalam dunia bisnis dan politik melihat, melalui berbagai dialog gagasan yang diwadahi, dimediasi, dan difasilitasi oleh DKJB, akan disasar pencapaian added value terkait dengan kualitas human development index (HDI) dan gini ratio masyarakat dan bangsa. Fokusnya, dalam pandangan Jakob Sumardjo adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan kualitas pengetahuan dan teknologi yang dimiliki bangsa ini.
Wakil Gubernur Jawa Barat H. Deddy Mizwar mengatakan, DKJB bukanlah dewan kesenian, melainkan dewan kebudayaan, dan karenanya membahas berbagai aspek pembangunan yang sedang dilaksanakan. Salah satu perhatian DKJB, menurut Gandjar adalah studi kebijakan, agar pemerintah, khasnya pemerintah provinsi Jawa Barat mempunyai policy design dengan perspektif budaya. Berbagai pemikiran dan gagasan yang dihasilkan seluruh stakeholders yang difasilitasi DKJB tidak hanya diperuntukkan bagi kepentingan pemerintah dan masyarakat Jawa Barat semata, melainkan lebih jauh dari itu, yakni sebagai kontribusi Jawa Barat terhadap Indonesia dan Nusantara.
Penghujung Raker digelar acara ramah tamah yang dihadiri oleh Wakil Gubernur jawa Barat, Bupati Cirebon, Bupati Kuningan, Sultan Kasepuhan Cirebon, dan Sultan Kacirebonan, serta sejumlah tokoh masyarakat dan budayawan dari Cirebon dan Kuningan.. | sem haesy
Editor : Web Administrator
 
disalin dari: http://www.akarpadinews.com/read/seni-budaya/perspektif-budaya-cegah-situasi-chaos-sejak-dini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar