KUNINGAN, AKARPADINEWS.COM | DEWAN Kebudayaan Jawa
Barat (DKJB) memandang, strategi kebudayaan merupakan persoalan mendasar
yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia dalam menyelenggarakan proses
pembangunan ke depan. Karena itu, pembangunan harus dipandang dari
perspektif budaya yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam Rapat Kerja DKJB yang digelar di sentra pemberdayaan budaya,
Narada Art Galery – Sangkanhurip – Kuningan, Jawa Barat (17-18/2/15)
dibahas berbagai aspek berkaitan dengan proses pembangunan di Jawa Barat
dan Indonesia secara keseluruhan. Terutama dalam menghadapi berbagai
fakta brutal yang berkembang di tengah masyarakat di seluruh aspek
kehidupan. Baik politik, hukum, ekonomi, sosial, religi, dan budaya itu
sendiri.
Dalam konteks itu, DKJB akan menggelar rangkaian dialog yang melibat
para pakar di bidangnya masing-masing, mulai awal Maret 2015 mendatang.
Rapat kerja yang dipimpin langsung oleh Ketua DKJB – Prof. Dr. Ir.
Gandjar Kurnia, DEA., yang dihadiri sejumlah anggota: Iman Taufik, Yus
Ruslan Ahmad, Yayat Hendayana, Jakob Sumardjo, Franky Raden, Miranda
Risang Ayu, serta beberapa nara sumber: Memet Hamdan, Ubun Kobarsah,
Etty R.S, Prof. Dede Mariana, dan lainnya. DKJB memandang perlunya
dialog lintas sektor dan pakar, termasuk para praktisi kesenian untuk
membangun kesamaan persepsi tentang dimensi budaya dalam keseluruhan
aspek pembangunan. DKJB sendiri memusatkan perhatian pada dua aspek
besar meliputi transformasi budaya dan pelestarian nilai budaya.
Yus Ruslan Ahmad, salah seorang anggota DKJB yang memimpin Komisi
Transformasi Budaya mengemukakan, fakta-fakta brutal di tengah
masyarakat yang bisa membawa bangsa ini ke arah situasi chaos
secara budaya, harus dicegah sejak dini dengan membangun kembali harmoni
sebagai ciri dan cara kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa
di Indonesia. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila, menurutnya
merupakan suatu konsep dasar kebudayaan Indonesia yang berkorelasi
dengan nilai-nilai budaya Indonesia yang sangat beragam.
Beranjak dari berbagai pemikiran yang berkembang dalam rapat kerja
tersebut, Yus mengemukakan, rangkaian dialog yang akan dilakukan DKJB
akan mendudukkan kembali arah dan visionering bangsa sesuai dengan
perkembangan era, serta korelasinya dengan nilai-nilai global,
perkembangan pengetahuan, dan teknologi.
Akan halnya Gandjar mengingatkan, DKJB sebagai institusi yang salah
satu fungsinya menghimpun gagasan tentang perspektif budaya dalam
keseluruhan konteks kehidupan masyarakat, bertugas menghimpun gagasan
dari berbagai kalangan dan pakar tentang berbagai aspek kehidupan yang
akan mendorong perkembangan dan kemajuan masyarakat.
Anggota DKJB Iman Taufik yang selama ini berkecimpun dalam dunia bisnis
dan politik melihat, melalui berbagai dialog gagasan yang diwadahi,
dimediasi, dan difasilitasi oleh DKJB, akan disasar pencapaian added value terkait dengan kualitas human development index
(HDI) dan gini ratio masyarakat dan bangsa. Fokusnya, dalam pandangan
Jakob Sumardjo adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan
kualitas pengetahuan dan teknologi yang dimiliki bangsa ini.
Wakil Gubernur Jawa Barat H. Deddy Mizwar mengatakan, DKJB bukanlah
dewan kesenian, melainkan dewan kebudayaan, dan karenanya membahas
berbagai aspek pembangunan yang sedang dilaksanakan. Salah satu
perhatian DKJB, menurut Gandjar adalah studi kebijakan, agar pemerintah,
khasnya pemerintah provinsi Jawa Barat mempunyai policy design dengan perspektif budaya. Berbagai pemikiran dan gagasan yang dihasilkan seluruh stakeholders yang
difasilitasi DKJB tidak hanya diperuntukkan bagi kepentingan pemerintah
dan masyarakat Jawa Barat semata, melainkan lebih jauh dari itu, yakni
sebagai kontribusi Jawa Barat terhadap Indonesia dan Nusantara.
Penghujung Raker digelar acara ramah tamah yang dihadiri oleh Wakil
Gubernur jawa Barat, Bupati Cirebon, Bupati Kuningan, Sultan Kasepuhan
Cirebon, dan Sultan Kacirebonan, serta sejumlah tokoh masyarakat dan
budayawan dari Cirebon dan Kuningan.. | sem haesy
Editor : Web Administrator
disalin dari: http://www.akarpadinews.com/read/seni-budaya/perspektif-budaya-cegah-situasi-chaos-sejak-dini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar